RW 72). Sahabat Komunikasi Setiap Orang


. . .Pernahkah kita merasa kesulitan menjelaskan sesuatu pada seseorang, lalu orang lain sudah akan berkata: “Wah, seumur hidupku baru dia orang yang tidak sampai mengerti urusan sepele ini”. Tinggal kita tunggu saja dia akan menggerutu: “Wah, gobloknya minta ampun !”
. . .Pada satu ketika aku coba memahami kesulitan ini secara humanis. Kukira ada dua sisi cursor (status penerimaan) yang relatif bisa bergeser mencapai titik kompromi; dan sebuah komunikasi minimal berhasil.
. . .Andai kita seorang komunikator yang baik, human, dan punya pengetahuan yang cukup tentang sesuatu, betapa sanggup membuat seseorang se’goblok’ apa, bisa memahami sesuatu yang kita jelaskan. Artinya: kita dengan skala kemampuan memahamkan yang sangat baik mendekati cursor seseorang yang jauh kemampuan memahaminya.
. . .Atau kita cuma punya kemampuan komunikasi seadanya, tapi orang lain yang kita ajak bicara bahkan sudah tahu apa yang kita pikir, sebelum kita mengucapkannya (hehehe hebat dia, kita yang rada-rada bloon). Masih perlu dijelaskan skalanya? Kita yang jauh dari kemampuan bisa mengkomunikasikan sesuatu; lawan bicara kita, cursor kemampuan memahaminya mendekati kita.

Hayooo, tolong dimengertiin si telmi ini mister. Cuap-cuap gue aja tak dia ngerti. Jadi buat bule ajaaa!!

Hayooo, tolong dimengertiin si telmi ini mister. Cuap-cuap gue aja tak dia ngerti. Jadi buat bule ajaaa!!


. . .Lebih komunikatif lagi (ideal), baik kita penyampai pesan dan lawan kita sebagai penerima bisa dalam posisi dan kemampuan saling memahami yang lebih baik, maka sebutan yang tepat, kita dan dia bicaranya nyambung. Kalau ini skalanya ketemu di tengah, maunya sharing terus.
. . .Sempatkah kita berpikir: seandainya saja kita bisa jadi sahabat yang baik dalam setiap komunikasi. Mau lawan bicaranya pintar, sedang-sedang atau telmi (telat mikir) sekalian; kita bersedia menjadi orang yang terbaik yang bisa di ajak bicara.
. . .Jadi satu ketika orang lain sudah nerveus/putus asa tidak mampu membuat seseorang mengerti, kita coba saja berpikir: bukankah sebuah tantangan kalau orang lain sudah tidak bisa, kita mencoba dan bisa.
Bahkan ketika orang lain itu sudah ngacir dan menyisakan teriakan: Buaat kamuuu ajaaa!!! (ingat soundtrack iklan pembersih lantainya Ulfa).
. . .Ketika dia kembali, biarkan dia mati keheran ala dia, mendapati orang yang dikatakannya goblok itu masih bersama kita, sedang ngangguk-ngangguk senang karena telah memahami sesuatu dari kita.
. . .Sebuah prestasi diri yang manusiawi, bukan?
By : Rahman Wahyu
Catatan: Cuman perspektif pribadi saja, dari cara pandang saya terhadap realitas komunikasi dalam keseharian.

6 responses to this post.

  1. Salam sore mas…

    Hehehe… senyum sendirian membaca ini, satu perluahan mungkin yang berlaku kepada diri sendiri kerana kita semua tentu pernah mengalami situasi begini dalam berkomunikasi yang kadang kala mudah difahami orang lain tetapi susah bagi kita, kenapa ya. Nanti sambung lagi kerana harus mikirin yang lain dulu…😀

    Salam mesra.

    Balas

    • Wah, senang dapat singgahan sapaan dari pebloger yang handal seperti Anda mbak Siti. Tentunya kita suka nyambung kalau bicara, walau ada pernak-pernik istilah yang tidak 100% kita pahami karena bahasa serumpun kita beda-beda tipis.
      Maaf ya, akhir2 ini bicara saya agak ceplas ceplos, ke bahasa gaul sini.
      Boleh tahu, ceplas-ceplos ngerti kan? 🙂

      Balas

      • Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Rahman…

        Kembali menyapa…
        Masya Allah, kok saya dibilang pebloger yang handal… hehehe.
        Bisa aja ya. Masing-masing masih belajar jadi blogger ni mas Rahman.

        Ceplas ceplos itu apa ya ?
        Di Malaysia, suatu ketika dulu ada sinetron bernama Ceplos. Peranan Utamanya “seekor hantu” yang baik membantu manusia menentang kejahatan tetapi bodoh-bodoh lucu. hehehe… apakah hantu itu dipanggil ekor ya ?

        Ada ketikanya saya mengalami hal seperti di atas. Sulit untuk menerangkan sesuatu perkara kepada seseorang yang kurang cepat menanggapi cerita mudah (menurut saya sebgai pencerita) tetapi didengari sukar difahami oleh yang mendengar. Hal ini membuat hati saya tersentuh geram apabila harus mengulangi untuk kesekian kalinya sehingga akhirnya dapat difahami.

        Hehehe… itu bermakna saya kurang sabar dan nantinya membuat saya mengoreksi diri bahawa saya harus belajar menggunakan bahasa mudah dalam menyampaikan sesuatu cerita.

        Yang lebih menambah geram apabila bercerita dengan orang lain hal yang sama, sangat mudah pula orang itu faham berbanding yang pertama tadi. Apakah aku ini sengaja di duga atau sengaja dipermainkan ? Apa ada jenis manusia demikian ya ! Jika mengingati banyak hal yang kita selalu hadapi dalam berkomunikasi dengan manusia lain, semestinya kita berusaha menjadi lebih baik dalam berbicara dan butir bicaranya harus jelas difahami.

        Sungguh, contoh teladan yang ada pada Rasulullah membuat kita takjub apabila baginda dengan sabarnya menerangkan sehingga 3 kali jika ada yang tidak faham akan bicara beliau. Masya Allah, i will try to follow your way, Ya Rasulullah. Belum terjangkau akhlak mulia yang agung ini. Aamiin. akan diusahakan dengan hati yang redha untuk terus belajar sabar.

        Salam ceria dan mesra dari saya.

        Balas

        • Waalaikum salam warrahmatulahi wabbarakatuh, mbak Siti.
          Hahaha, dibandingkan saya, blog Mbak lebih cemerlang, jadi pemiliknya lebih handal tentu saja.
          Ceplas-ceplos artinya bicara seenaknya sesenang mengucapkannya.
          Gaya tulisannya biar senang melakoninya, saya rubah dari serius menjadi setengah rius, bicara apa saja, dengan bahasa gaul sini. nah kalau mbak kesulitan mengertinya, tanya saja, saya akan dengan senang hati menjelaskannya. Bisa jadi saya akan balik bertanya apa kata dari mbak yang belum saya pahami.
          Jadi mbak suka geram dengan orang yang tak nyambung bicaranya? Kalau saya bisa memahaminya, karena saya paling suka berempati dengan tipe setiap orang dalam situasi yang berbeda-beda.
          Ada satu postingan yang masih coba memahamkan seseorang tentang sesuatu yang ingin kita sampaikan.
          Moga jadi menerbitkannya.
          Salam hangat selalu.

          Balas

      • Assalamualaikum wr.wb saya sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada AKI SUBALA JATI..atas bantuan AKI kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan..sudah lama saya ikut kerja dikebun kelapa sawit dimalaysia dan gaji tidak seberapa..dan berkat bantuan AKI SUBALA JATI pula yang telah memberikan angka jitunya kepada saya yaitu..6734..dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih ya AKI..karna saya cuma bermodalkan uang cuma 100 rb dan akhirnya saya menang..berkat angka GHOIB nya AKI SUBALA JATI..saya ada rencana pulang ke indonesia buka usaha sendiri..dan kini kehidupan saya jauh lebih baik dari sebelumnya..bagi anda yang ingin mengikuti jejak saya silahkan hubungi..082..318..816..444..AKI SUBALA JATI..ramalan AKI SUBALA JATI meman memiliki ramalan GHOIB..yang dijamin 100% tembus ini asli tampah rekayasa..dan yang punya room terima kasih atas tumpangannya..

        Balas

    • saya sangat mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KARMOJO atas bantuan MBAH,kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan MBAH KARMOJO pula yang telah memberikan angka jitunya kepada saya yaitu 8836 dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih yaa MBAH karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 rb dan akhirnya saya bisa menang dan berkat angka dari MBAH KARMOJO saya sudah bisa melanjutkan kuliah saya lagi yang sudah 2 tahun menganggur dan kini kehidupan keluarga saya juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KARMOJO di 0823-2825-4444 ramalan MBAH KARMOJO memang memiliki ramalan “GHOIB” yang sangat tepat dan terbukti.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: