RW 65: “Heran, Puasa Kita Ternyata Berat Diongkos


. . Puasa seharusnya menjadi ajang kesempatan kita belajar mengendalikan hawa napsu. Melatih kita berempati kepada kaum dhuafa(fakir miskin ?) yang dari hari ke hari, bulan ke bulan, bahkan dari tahun ke tahun terperangah dalam ketidakberdayaannya. Mereka yang sabar menahan diri dari lapar dan haus, menahan diri dari keinginan menyekolahkan anak di tengah biaya tak terjangkau, menahan angan dari memiliki kemewahan yang suka kita pamerkan.

. . Bulan puasa seharusnya kesempatan bagi kita merasakan nasib mereka. Sesaat menyurutkan kesenjangan kita dengan mereka. Mereka tidak makan, kita ikut lapar. Mereka haus, kita ikut menahan dahaganya. Bedanya kita hanya menahan lapar dan haus sampai tiba waktunya berbuka puasa. Tapi mereka kaum dhuafa menahan lapar dan hausnya dari hari ke hari, sampai tersedia setangkup rezeki dari ikhtiar diri banting tulang mengaisnya.

. . Kadang berpuasa bagi sementara orang tidak lebih dari semacam menarik kencang anak panah dari busurnya. Di sekitar kita sudah tersedia penganan yang menunggu waktunya disantap. Dari sahur kita start mengisi perut kita sekenyang apa, begitu tiba buka semua hidangan di atas meja jadi ajang pelampiasan, bak anak panah tadi lepas dari busurnya.

. . Ada yang membuat saya heran. Ingin sekali mencari jawabnya. Seharusnya dengan bulan puasa kita bisa mengurangi jumlah kebutuhan kita, menghemat pengeluaran. Kalau memang berlebih baiknya kita sedekahkan dalam bentuk zakat. Tapi apa yang terjadi? Lihat saja harga-harga bahan pokok pada merangkak naik. Kebutuhan sandang dan pangan malah melonjak dari sebelumnya. Kemana lebih dari semua itu, padahal kita tengah mengendalikan diri, mengurangi konsumsi hawa napsu ragawi.

. . Ataukah yang terjadi puasa kita hanya sekedar menahan diri tidak mengkonsumsi semua yang lebih itu di siang hari, tapi begitu tiba berbuka? Bulan puasa menahan kita sebulan berpaling dari melakukan hal- hal yang mengurangi pahala; tapi selesai dari bulan Ramadhan itu?

. . Wallahu alam

15 responses to this post.

  1. Jawabannya? Menurutku makna puasa yang sesungguhnya yang di antaranya seperti kau uraikan di atas semakin menghilang di jiwa orang-orang yang berpuasa Ramadhan atau di benak-benak kita makna itu sudah bergeser. Akibatnya, orang seperti kalap dan kesetanan pada saat berbuka puasa. Menyantap seenak-enaknya dan sebanyak-banyaknya setelah seharian menahan lapar dan haus. Bagaimana gak semakin boros kalau segala hal diborong. Semoga kita tidak termasuk yang demikian.
    πŸ™‚ Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    Balas

    • Waduh maafkan saya, tak sadar sekian lama sudah telantarkan komentar yang masuk di postingan ini.
      Pak Mochamad, demikianlah kita apa adanya, karena boleh jadi kita tak sadar sudah ada di antara mereka yang kita prihatinkan ini.
      Perlu terus menyegarkan kesadaran kita untuk memaklumi dan mencari terobosan dalam menyikapi kecenderungan yang tengah melanda kita dewasa ini.
      Salam hangat pak. Sekali lagi tolong dimaafkan saya atas kelalaian ini.πŸ™‚

      Balas

    • Posted by erni on Agustus 12, 2013 at 12:37 pm

      4D nya yaitu 6464 dan alhamdulillah berhasil..!!! Kini kehidupan kami sudah tidak seperti dulu lagi dan akhirnya saya juga sdh punya usaha sendiri dan bagi anda yang ingin seperti saya silahkan HBG 085-241-426-755 ATAU /KLIK http://wwwprediksitogeljitu.webs.com/ AKI WAHYU,nomor ritual AKI WAHYU meman benar2 100% tem ,nomor ritual AKI WAHYU meman benar2 100% tembus

      Balas

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb mas Rahman Wahyu …

    Alhamdulillah, kedatangan Syawal setelah berakhirnya Ramadhan sebentar lagi menjadi saksi kepada ibadah yang kita jalani. semoga keberkatan dan rahmat Allah akan mengiringi setiap langkah ke depan dalam kehidupan.

    Hadir ini, untuk mengucapkan Minal aidin wal fa’izin buat sahabat yang selalu berbagi kebaikan di dunia maya. Maaf dipohon jika ada kesilapan sepanjang silaturahmi selama ini. Semoga diberi kesihatan dan kebahagiaan di hari yang mulia ini.

    SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
    MAAF ZAHIR DAN BATHIN

    Salam Ramadhan yang mulia dari Sarikei, Sarawak.πŸ˜€

    *** nanti saya hadir lagi untuk bicaranya. Mau jalan2 ucap selamat hari raya duluπŸ˜€

    Balas

  3. Terima kasih telah berkenan hadir yang pertama di lapak saya gugur kewajiban ini.πŸ™‚
    O lupa, Waalaikum Salam Warrahmatulahi Wabbarakatuh.
    Syukur kita bisa kembali dipertemukan dalam suasana lebaran nanti, untuk itu saya minta dimaafkan semua kesalahan saya yang telah lewat.
    Selamat Hari Raya Mbak Siti beserta handai tolan dan kerabat tetangga di mana Mbak Siti berada.
    Maaf lahir dan batin.
    Saya awak negri Sulawesi – Indonesia. Salam serumpun Melayu.
    Ditunggu kehadirannya setiap saat.

    Balas

  4. Sebuah renungan yang patut untuk menjadi perhatian kita bersama. Makasih banyak ya….

    Ohya, mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya selama ini ya, batin dan lahir; taqabalallahu minna wa minkum….

    Balas

    • Sama-sama Pak Muhaimin.
      Mari kita sama merenung jalan setapak yang sudah kita lalui, penuh khilaf dan salah yang tak kita sengajakan.
      Saya juga minta maaf, sekian lama melalaikan komentar yang masuk di ruang saya ini.
      Salam, maaf lahir dan batin, walau sudah lewat.

      Balas

  5. Yang biasanya makan seadanya jadi makan semaunya.. yang ga ada di ada adain.. hihihihi…..πŸ˜€

    Balas

    • Pak Daichi, betul. Kita jadi menahan lapar untuk kemudian kita lampiaskan kala saatnya tiba. Semoga tidak semua dari kita demikian, dan ada ikhtiar memperbaikinya.
      Salam.

      Balas

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Rahman yang dihormati…

    Jujurnya saya tersenyum membaca postingan di atas. Puasa kita ternyata berat diongkos. Sungguh bener mas. Saya mengakui hal ini berdasarkan pengalaman masa kanak-kanak di mana orang tua saya, kiranya punya wang banyak kerana mereka bekerja dengan pemerintah.

    Setiap kali berbuka, makanan yang terhidang di meja bisa membuat orang miskin menggeleng2 kepala lantaran indahnya tatapan mata memerhati banyaknya makanan lazat yang dihidangkan. Menu airnya sahaja sudah 5 jenis. Pilih mana yang disukai. Setelah kekenyangan yang amat, rasa malas untuk melakukan ibadah mulai terasa, kantuknya tidak terperi. Ini adalah kisah yang telah menjadi pengajaran buat saya tika dewasa ini. Astaghfirullah.

    Alhamdulillah, setelah memahami konsep yang terkandung dalam falsafah puasa, saya kian mengerti mengapa kita disuruh berpuasa dan merasai nikmat lapar dan dahaga. Saya siap melatih diri hanya memasak makanan mudah yang biasa di masak di bulan biasa dan tidak berlebih-lebih dalam berbuka kerana kenyang mengakibatkan ibadah kita jadi tidak nyaman dilakukan. Mudahan kita bisa mengasihani dan mengambil iktibar kemiskinan yang dihadapi oleh mereka yang kurang bernasib baik.

    Pembaziran sebenarnya lebih banyak lagi berlaku pada menjelangnya Syawal sehingga sanggup mengorbankan fadhilat beribadah pada 10 akhir Ramadhan. Subhanallah, semoga kita selalu qanaah dengan segala nikmat Allah. Aamiin.

    Salam mesra dan maaf telat dengan janji untuk segera kemari lagi.πŸ˜€

    Balas

    • Salam hangat kembali Mbak Siti.
      Maafkan saya, lama baru membalas komentarnya yang datang di sini. Rasanya saya sudah dengan sengaja tidak menghargai respon yang datang mengomentari pikiran dalam tulisan saya ini.
      Mbak Siti, memang sudah cukup lama saya begitu mencermati gejala berpuasa ini dari tahun ke tahun. Hanya bila menulis sudah tersalurkan melalui blog ini, pikiran mencermati perihal itu muncul kembali buat menjadi bahan sharing di antara kita.
      Padahal setahu saya, makna puasa yang paling mudah kita kenali; bagaimana dengan menahan lapar dan haus itu kita bisa berempati kepada lapar dan hausnya kaum dhuafa. Nyatanya malah jauh panggang dari api.
      Justru malah disaat bulan berempati tersebut, kita justru membuat mereka terpuruk. Betapa tidak, di saat puasa itu kebutuhan kita malah melonjak, dan itu membuat harga bahan pokok naik, pada gilirannya itu jadi dirasa mempersulit pemenuhan hidup kaum dhuafa.
      Alih-alih menyederhanakan diri dalam membatasi dan mengendalikan hawa nafsu, yang terjadi lonjakan kebutuhan yang di luar kebiasaan.
      Semoga kita bisa membenahi diri dan hawa nafsunya dengan lebih baik ke depan.
      Salam hangat dari saya.

      Balas

  7. slam kenal…thanx

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: