64). “Ada Batas Samar Dari Sebuah Nasehat Yang Terlalu Idealis, Kita Perlu Memperjelasn


. . Membaca nasehat seseorang lewat tulisannya di pagi ini, saya yang yang tadinya mau rehat dari cuap2 menulis, terusik untuk memberikan pikiran banding. Dia mengurai curhat problem rumah tangga temannya sesama lelaki, sesama suami; yang memutuskan berpisah lalu memilih ibunya hanya gara-gara istrinya tidak terima dia suka memberikan uang secara diam-diam kepada ibunya. Hanya masalah kejujuran sepele memang, tapi tidak sesepele mengapa sikap jujur sampai tidak bisa dilakoni dengan cukup baik dalam sebuah rumah tangga.

. . Kejujuran membutuhkan kedewasaan menerima, jadi jujur saja tidak cukup. Dia membutuhkan landasan berpijak. Jujur kepada seseorang yang akhirnya bisa menerima dari sebelumnya alot, mungkin masih mending. Kita bisa bersabar menunggunya terkuak di bilik kamar yang sepi. Artinya persoalan ini tidak perlu sampai orang lain tahu, dan jadinya kita juga tidak tahu ada kasus seperti ini dan belajar menganggapnya ‘sepele’. Ini nasehat yang kedua, setelah “Jangan pernah tidak jujur”, yang ini: “Jangan pernah menceritakan masalah rumah tanggamu kepada orang lain”.

. . Ada batas yang samar kita masih bisa menerima nasehat seideal ini, kalau kita mencoba masuk lebih jauh ke dalam persoalannya. “Coba kamu kalau ada di tempat saya?”. Apakah mau tukaran pasangan sekalian tukar keruwetan persoalannya? Saya sarankan coba tukar semuanya, untuk bisa menakar permasalahannya. Bayangkan kita menghadapi persoalan yang sama dengan orang yang sama tapi dengan situasi dan kemampuan diri yang sama. Jadi tidak hanya kalau kita punya pasangan yang tidak bisa membuat kita jujur, kita sendiri sudah tergerus melakoni ketidakjujuran itu dengan cara dan sikap kita yang kian terdistorsi.

. . Kita hidup dengan seseorang yang sudah jadi. Kalau anak, kita sendiri yang mencetak prosesnya dan memproses cetakannya. Jadi kita sudah pantas dimintai tanggung jawab jadi seperti apa mereka. Sedangkan pasangan kita hasil dari cetakan otoritas orang lain nota bene orangtuanya. Merubah pribadi yang sudah jadi tidak segampang nasehat membalikkan telapak tangan. Itu kenapa kita dinasehati untuk memilih pasangan yang baik agar bisa membaikkan kita. Lha kalau yang baik-baik sudah habis kita pilih, yang tidak baik disisakan untuk siapa, coba?

. . Artinya ada pribadi rumit yang tersisa untuk mereka yang sulit menerima kekurangannya. Kalaupun pribadi yang sulit itu masih bisa kita pikir bagaimana mengelolanya dari luar, kemampuan mereka yang menghadapinya masih di bawah atau sulit mengatasinya. Sesulit orang yang coba diajak damai dengan cara yang jujur, yang terjadi malah perang melulu kalau kita bicara apa adanya. Atau maunya kita yang harus jujur kalau ngasih ke siapa-siapa, diam-diam murahan banget dia ngasih apa-apa kepada siapa tanpa sepengetahuan kita. Ah, apa ada kejujuran tidak simetris ala gini? Yah, namanya saja pribadi yang sulit, kita sulit menerima kalau mengalaminya, menasehati ke orang lain gampang. Kita suka menuntut orang lain jujur, jujurnya kita yang mana? Suka selingkuh dari pasangan kita tapi tidak mau kita diselingkuhinya.

. . Jadi kalau kita bersedia memahami kesulitan seseorang, cobalah ‘menyulitkan diri’ dalam kesulitan dia, dalam posisi dia. “Maka akan banyak yang bisa kita mengerti dan pahami tentang mereka, tentang kesalahan/kesulitan mereka. Karena kenyataan tidak pernah salah.”

11 responses to this post.

  1. mencoba bisa memahami persoalan dengan baik, atau memahami perasaan orang lain, adalah awal dari sebuah sikap yang bijak.

    Balas

    • Assalamualaikum wr.wb saya sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada AKI SUBALA JATI..atas bantuan AKI kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan..sudah lama saya ikut kerja dikebun kelapa sawit dimalaysia dan gaji tidak seberapa..dan berkat bantuan AKI SUBALA JATI pula yang telah memberikan angka jitunya kepada saya yaitu..6734..dan alhamdulillah berhasil..sekali lagi makasih ya AKI..karna saya cuma bermodalkan uang cuma 100 rb dan akhirnya saya menang..berkat angka GHOIB nya AKI SUBALA JATI..saya ada rencana pulang ke indonesia buka usaha sendiri..dan kini kehidupan saya jauh lebih baik dari sebelumnya..bagi anda yang ingin mengikuti jejak saya silahkan hubungi..082..318..816..444..AKI SUBALA JATI..ramalan AKI SUBALA JATI meman memiliki ramalan GHOIB..yang dijamin 100% tembus ini asli tampah rekayasa..dan yang punya room terima kasih atas tumpangannya..

      Balas

  2. Terima kasih telah mencoba memahami saya.🙂

    Balas

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas RahmanWahyu…

    Jujurnya, saya pusing membaca tulisan mas… hehehe. Maafin ya karena mungkin mas menggunakan bahasa gaul kok bukan bahasa Indonesia yang biasa saya fahami. Jadinya kalau komentar saya bisa terbabas dari apa yang dibincangkan mungkin salah faham saya terhadap apa yang coba mas bincangkan di sini.

    Alhamdulillah, senang bisa berkomentar di sini kembali. Mudahan banayk kebaikan yang menjadi ibrah buat kita dalam meneyelusuri kehidupan di dunia ini. Setiap kehidupan ini terdapat banyak pedoman dan pengajaran yang Allah paparkan di depan mata kita baik pengajaran dari manusia, alam sekitar, haiwan dan banyak lagi.

    Saya cukup tekilan kalau seorang suami sanggup menceraikan isterinya atas dasar isterinya tidak menyukai dia memberi wang kepada ibunya secara sembunyi. Begitu kan maksudnya, mas ? Maaf kalu yang difahami saya lain dari apa yang mas bicarakan. Kenapa harus demikian tindakan seorang suami yang dipertanggungjawab untuk menjaga amanah yang Allah tadahkan kepadanya.

    benar dan saya setuju bahawa kita ditakdirkan Allah memiliki insan yang sudah jadi bentuk acuannya. Pasti banyak perbezaan yang timbul baik dari rasa cita, pendapat, keinginan,cara hidup dan sebagainya. Jika hal sepele menjadi punca keruntuhan sebuah institusi keluarga, ini menunjukkan dangkalnya kefahaman dalam urusan agamanya. Suami sebagai kepala rumahtangga seharusnya jujur dan berpendirian tegas dalam mendidik anak isteri. Mana kala isteri pula harus diasuh kembali mindanya dengan baik bukan dengan kekerasan.

    Mudahan ini menjadi iktibar dan memang dengan menasihati semua orang bisa. Coba masuk ke dalam masalah dan dunia orang lain, pasti kita dapat merasai perit dan pedihnya penderitaan yang dilalui. Jika kita memahami masalah seseorang dan meletakkan diri kita pada tempatnya, itulah namanya empati.

    Mudahan komentar saya nyambung ya…hehee.

    Salam ramadhan yang mulia.😀

    Balas

  4. Waalaikum Salam warrahmatulahi wabbarakatuh.Mbak Siti.
    Satu kehormatan disinggahi seorang teman penulis yang baik.
    Hm, saya mau bilang apa ya? Bicara saya kadang tak mudah dimengerti karena pikiran saya tidak konsen waktu mau menulis gagasan saya yang timbul begitu saja.
    Saya menulis kadang bawaan saja, tidak bermaksud mendikte pikiran orang lain. Mau berbeda silakan, bisa sama juga sudah bagus.
    Jadi diri sendiri dulu, untuk kemudian menyesuaikan diri dengan selera orang lain.
    Soal kejujuran memang kadang sulit dilakoni karena penerimaan satu terhadap bicara apa adanya yang lain tidak memberikan keleluasaan seseorang untuk bisa jujur.
    Jujur bisa bermasalah, kadang tidak tidak simetris, karena yang satu terlalu egois.
    Diperlukan juga sikap toleransi yang tinggi kalau jujur mau dijunjung tinggi.
    Kadang seorang suami bisa menerima kebaikan sang istri untuk berlaku sosial dengan setiap orang, tapi tidak sebaliknya. Manakala sang suami mau berbagi kepada seseorang, siistri sewotnya bukan main.
    Itulah kenapa, di samping masih banyak sebab yang lain, seseorang sampai tidur jujur dan terbuka kepada pasangannya.
    Mudah-mudahan jawaban saya ini bisa diserap, alias nyambung, hahaha.
    Salam Ramadhan pula.

    Balas

    • Tulisan mas ok saja. Tidak apa-apa kok. Cuma penggunaan bahasa gaulnya saya harus belajar banyak agar mudah saya fahami. Sepertinya, saya bisa juga menggunakan bahasa Indonesia dengan beberapa teman chat dan senang memahami tulisan di blog. Yang benarnya, saya kini sudah mulai faham kok berbanding mula2 meneroka alam maya di Indonesia ini.

      Jujurnya, dunia maya saya lebih banyak di Indonesia berbanding Malaysia. Kenapa ya, hehehe… saya sendiri sepertinya lebih senang di sini. Orangnya ramah2 dan menerima saya dengan baik seadanya. Yang penting kita bersangka baik dan silaturahminya kerana Allah swt. Terima kasih mas, masih betah sekali-sekali ke blog saya.

      Salam ukhuwwah dan ceria hendaknya menjalani ibadah.😀

      Balas

      • I ya Mbak Siti, saya bahasanya lagi suka gaul biar nulisnya lancar dan bersahabat. Maaf ya sampai membuatnya tidak mudah memahaminya.
        Semoga Mbak Siti bisa menyesuaikan diri dengan bahasa pergaulan di sini, biar tidak ikut menggunakannya, tak masalah. Penting mengerti, dan saya juga coba belajar memahami bahasa khas negeri Mbak Siti.
        Itu ciri khas kita masing2, tak eloklah memaksa merubah seseorang menjadi cara kita, melakoni gaya kita. Jadi bisa mengeri dan memahaminya biarlah itu sebagai jembatan.
        Salam ukhuwah dan selalu ceria.
        Saya – Rahman Wahyu.

        Balas

  5. wah, inspiratif, ku jadi punya pngetahuan dari sini makasih ya🙂

    Balas

    • Terima kasih telah berbagi penilaian di sini. Sudah saya coba membuka ‘baju’nya, kok nggak bisa-bisa. Ini punya blog yang ramah dengan setiap tamu, apa menutupnya rapat2. Suka error tiap kali saya membuka blognya. Ada yang berbeda dengan blog sesama kita?
      Salam !

      Balas

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas RahmanWahyu…

    Kembali menyapa di penghujung Ramadhan yang dijanjikan Allah dengan dijauhi dari azab api neraka. Hehehe… berkunjungnya sudah akhir ya mas. Biasalah sibuk di blog sendiri aja. Mudahan ketakwaan dan kecintaan kita dalam melaksanakan hak Allah di bulan-Nya bisa melindungi kita dari azab neraka kelak.

    Harapan agar Ramadhan yang bakal berakhir ini memberi perubahan dalam hidup dan berdoa untuk bisa bertemu dengan Ramadhan di tahun mendatang. Apa sudah ketemu malam qadr mas ? Sungguh beruntung jika kita menjadi pilhan Allah untuk memperolehi keberkatan seribu bulan ini. Mudahan bisa juga ketemu dalam sekali seumur hidup ini.

    Selamat berpuasa dan didoakan sihat selalu mas.
    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

    Balas

    • Waalaikum Salam Warrahmatulahi Wabbarakatuh, Mbak Siti.
      Terima kasih telah duluan menyapa di sini dengan salam akhir Ramadhannya. Semoga kita berhasil memetik semua fadliah dari bulan ramadhan, di mana di salah satu malamnya lebih baik dari seribu bulan.
      Semoga tetap sehat dan bahagia selalu dalam perjalanan hidupnya, dalam kecintaannya menulis, dalam kemesraan bersama teman2 sepergaulannya, baik di alam nyata, maupun di alam maya.
      Salam dari saya. Sulawesi – Indonesia.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: