RW 62). Ada Apa dengan Pasangan Selingkuh Kita?



. . Berita perselingkuhan para suami di belakang bokong istrinya mulai pada terkuak dan menimbulkan heboh tersendiri. Ada Arnold Schwartzenegger yang selingkuh dari Maria Shriver setelah menjalani perkawinan selama 25 tahun. Juga ada Pangeran Charles berpaling dari Ladi Di yang muda dan cantik dan jatuh dalam pelukan Camilla Parker-Bowles. Terjadinya skandal seks mantan presiden Bill Clinton dengan Monica Lewinski. Dan begitu banyak lagi terbongkarnya perselingkuhan affair lelaki dalam kehidupan berumah tangga. Tapi sesungguhnya masih lebih banyak lagi affair sex yang bergelimang di bawah permukaan yang belum sempat terbongkar ke khalayak. Ini pertanda apa?

. . Pertanda apa saya juga tidak tahu. Tapi kalau dicari tahu, sebenarnya dengan siapa para lelaki itu berselingkuh? Yang jelas dengan wanita dari planet yang sama, tidak dengan bidadari dari planet lain, bukan? Sebagian dari wanita ‘simpanan’ itu kebetulan lagi lajang, sebagian lagi mungkin sudah bersuami atau punya pacar. Berarti kalau lagi terlibat affair dengan suami seseorang, toh ada juga suami atau lelaki yang tengah dikhianati pasangan atau pacar wanitanya. Di tempat saya, konon ada tiga suami yang terhenyak dan pergi menjauhkan (harga) dirinya manakala diselingkuhi oleh istrinya, yang beralih jadi ‘wanita simpanan’ suami orang lain. Jadi kadang cuma pembalikan dan kebalikan pasangan. Teori yang ini cukupkan di sini dulu, kita bicara factor lain.
. . Kalau sampai perselingkuhan itu terjadi, apakah ini sudah direncanakan sebelum mereka terpikir melakukannya? Ataukah perselingkuhan itu terjadi dalam sebuah perselingkungan dan pengkondisian yang memadai sampai kenapa hal itu jadi kejadian. Jadi tidak jadi-jadian. bukan? Yah, saya pikir juga bukan. Siapa yang mau merencanakan serta menjadikan rumah tangganya berantakan, mahligai perkawinannya yang dibina sekian lama terhempaskan, hanya untuk urusan yang tidak cukup signifikan. Lantas sesignifikan alias seberalasan itu hubungan dengan orang ketiga sampai dipakai menghancurkan tidak saja rumah tangga, sekalian karir, juga nama baik yang dijaga baik-baik terluluhlantakkan?
. . Tidak sedikit atau kodratikah menghendakinya: selagi ingin, sedang dan terlanjur berselingkuh, para peselingkotor, eh peselingkutor maksudnya, inginkan rumah tangganya tetap utuh. Jadi kalau boleh dirinya sajalah yang pengen dan pergi berselingkuh diam-diam, lalu pasangannya yang sudah manis dan ganteng, eh enteng duduk saja yang sabar dan tak sadar menanti di rumah. Asalkan tidak ketahuan, semuanya tidak sampai menyakitkan atau berjalan dengan baik-baik saja. Lagi pula belum tentu karena mencari yang lebih manis dan ganteng di luar rumah. Namun kalau yang di luar lebih kemanisan dan kegantengan, itu juga sudah kodrati(?), karena selagi di luar dan karena yang di luar mereka memanis dan mengganteng-gantengkan diri. Kemarin kapan itu selagi keperluan di sebuah toko komputer, mata saya sempat mencermati bicara dan desah gemulai yang mengundang dari sesosok wajah menawan karyawati kepada karyawan lelaki ganteng yang tengah melayani saya. Lelakinya sudah beristri saya tahu, entah karyawatinya, apa istri atau pacar dari seorang lelaki lain.
. . Banyak factor memang. Luapan kemudahan berkomunikasi hape dan internet yang tak terpantau, gejolak birahi di tengah zamannya yang bebas tak terkendali, pelarian stress dari dialektika persoalan dan kebutuhan yang tak menemukan solusinya, apa lagi? Telmi saya mencari cermati keragaman sebab musabab yang lain.
. . Ah, saya sudahi dulu bicara ini. Teruskan saja bicara ini dengan pikiran dan kesadaran kita masing-masing. Ada jawab dan kausalitas penjelasan yang perlu terus kita cari. Tentunya sembari bermunajat terus ke hadiratNya.
. . Bagaimana?
Rahman Wahyu
*) Ada Apa Dengan Pasangan Selingkuh Kita? Bukan kitanya yang berselingkuh, kalau memang bukan. Mereka yang berselingkuh itu boleh jadi orang kita, orang dekat kita, atau jangan-jangan itu. . .? Ah, tidak jadi, jawab saja sendiri !

11 responses to this post.

  1. Lebih baik jauhkan kata/pemikiran selingkuh itu dari dunia ini. Ambil pilihan yg legal, sprti halnya poligami.

    Balas

    • Terima kasih atas singgahan komentarnya.
      Dari pada berselingkuh lebih baik berpoligami. Tapi sepertinya kita dibuat kontroversial dengan isu poligami.
      Salam !

      Balas

  2. Hmmm…., segar cara menulisnya. Saya jadi asyik membacanya. Bagaimanapun juga selingkuh adalah tindak penghianatan atas cinta. Semoga kita terhindar darinya.

    Ohya, setelah sekian lama belajar ngeblog, saya baru bisa caranya menaruh link sahabat di halaman blog saya, hehehe…. Sekarang saya minta izin memasang link blog sahabat di blog saya ya… Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya. Salam Blogger Persahabatan.

    Balas

    • Terima kasih atas penilaiannya.. Semohga kita terhindarkan dari tragedi rumah tangga tersebut.
      Mau menjadikan blog saya sebagai link di blog anda, wah, satu kehormatan bagi saya, diperkenalkan di blognya. Saya merasa tersanjung.

      Balas

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas RahmanWahyu yang dihormati…

    Alhamdulillah, punya sedikit kesempatan hari ini dalam susahnya capaian internet untuk berusaha mengunjungi sahabat2 yang telah lama tidak disapa. Maafi saya mas kerana lama tidak kemari. Terima kasih dan gembiranya saya atas kunjungan dari mas Rahman tempoh hari ke blog saya. Ternyata kesibukan kita selalu menjadi alasan mudah untuk cuba tidak mahu melukakan hati sahabat yang telah lama tidak dikunjungi. Senang dapat kembali bergabung di sini, mas.

    Setelaj membuka blog mas Rahmna, ternyata dua artikel terakhir dimatikan komentarnya. Kenapa ya ? Ada apa dengan isu yang dibentangkan. Saya sangat tertarik dengan isu Ada Batas Samar… tapi tidak dapat dikomenkan. Apaka bimbang ulasannya akan lebih berlanjutan sehingga memperkatakan hal orang lain ? hehehe…

    Menurut saya tentu tidak sekali kan. Perbahasan kita selalunya berkisar kepada hal-hal umum tetapi masih relevan dengan isunya. Isu tersebut mengesani saya akan hal yang biasa terjadi dalam masyarakat berhubung hal yang sepele sahaja. Yang seharusnya boleh dibincang baik bukannya didedahkan kepada khalayak.

    *******

    Kes perselingkuhan juga bisa terjadi di mana-mana dalam pelbagai cara dan gayanya. Isu ini berlaku kepada lelaki dan perempuan yang tentunya punya alasan tersendiri bagi kedua-dua pihak sebagai sebab musabab ia berlaku. Jika tidak adanya kejujuran, kesefahaman dan cinta sejati yang mendalam, perselingkuhan sangat mudah berlaku. kekuatan iman dan sedar akan akibatnya membawa sikap berhati-hati dalam kalangan mereka yang tidak mahu terlibat dalam isu ini. Mudahan kita diselamatkan Allah.

    Dalam bulan mubarak yang dirahmati ini, saya mengucapkan selamat menjalani ibadah puasa dan didoakan selalu sihat serta kuat untuk melaksankannya. Carilah sebanyak amal yang bisa dicapai sebagai bekal dan bual di hadapan Allah swt kelak.

    Salam Ramadhan dan mesra selalu dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Balas

  4. Wah satu kehormatan dikunjungi sahabat lama. Mbak Siti Fatimah.
    Senang pula disinggahi dengan kata-katanya yang santun dan bijak.
    Soal dua artikel yang tidak bisa dikomentari, saya juga tidak mengerti. Ada apa yaa?
    Kalau tidak menjaga kelangsungan memposting rutin minimal satu tulisan dalam sebulan, saya sudah malas mengisi blog ini karena tidak bisa lagi menerima komentar yang masuk. Untuk masalah ini entah ada kesalahan teknis yang tidak sengaja saya lakukan. Atau ada kekurangan dalam tulisan saya, sampai admin tidak memfasilitasi adanya komentar yang masuk.
    Sudah jarang di sini, saya lebih suka ada di tempat lain yang lebih komunikatif. Katakanlah saya kesepian di sini. Itu alasan saya tidak begitu aktif lagi di sini.
    Perselingkuhan, walaupun belum pernah melakoninya, saya belajar coba berempati, masuk ke dalam kondisi dan pikiran yang menjadi alasan seseorang melakukannya.
    Kita hanya perlu bersyukur tidak sampai ada di posisi mereka, sehingga tidak sampai melakukan hal yang sama.
    Berpikir seperti ini kita bisa berpikir dan berikhtiar memperbaiki semua kondisi yang mendorong orang sampai tergelincir ke sana. Sikap, perilaku, dan cara-cara syariat yang islami bisa jadi pilihan yang membatasi dan menjaga kita untuk tidak terjerumus ke situ.
    Salam,ramadhan dari saya – Rahman Wahyu.

    Balas

    • Assalaamu’alaikum wr.wb, mas RahmanWahyu…

      Setelah membaca dan memahami kenapa dua artikel tersebut tidak dapat dikomentari, sebenar tidak ada masalah apa-apa mas. Kemungkin mas pernah terketik sesuatu pada ruangan EDIT POST tanpa disengajakan. Untuk membenarkan kembali komentar itu keluar, mas harus memerhatikan perkara berikut:

      1. Mas buka kembali kedua-dua post tersebut.
      2. Rujuk bahagian DISCUSSION di bawah kotak post selepas WRITING HELPER DAN COPY A POST.
      3. Pada DISCUSSION ada 2 arahan iaitu:

      – Allow comments
      – Allow trackbacks and pingbacks on this page.

      tandakan kedua-duanya. Insya Allah, komen mas kembali berfungsi.
      Silakan coba mas, kalau nda bisa, sila maklumi saya kembali. Jika berfungsi, maka itulah sebab musabab kenapa komentar itu tutup. Jangan putus asa dan menyepi dong. Jika ada masalah, maklumkan aja kepada sahabat2 maya yang tentunya pernah mengalami hal yang sama.

      Salam Ramadhan yang mulia.😀

      Balas

  5. Wah, senang dapat arahan yang membantu ketelmian(telat mikir) saya.
    Mbak pernah dapatkan masalah seperti ini, sampai tahu kalau kesalahannya ada pada kita, yaa?
    Saya kira tadinya sudah bikin tulisan sembarangan sampai dikenakan sanksi sama adminnya, ternyata tidak. Syukur ini cuma adanya kelalaian teknis. Entah ada yang saya kutak katik. Syukur pula punya teman yang bisa membantu, karena punya problem yang sama.
    Sudah saya perbaiki dan ikuti arahannya, dan jadilah dua tulisan itu bisa menerima komentarnya. Silahkan mbak memberikan komentar perdana untuk dua postingan tersebut.
    Soal suka kesepian di sini, saya memang lebih suka ada di tempat lain. Memposting di sini tinggal ngisi absen sebulan sekali. Kemarin hampir terlewati, untung ingat selagi masih tanggal 31 di bulan Agustus. Hahaha, perhatikan dari sejak semula saya tidak pernah absen walau minimal sebulan hanya ada satu postingan. Sekedar gugur kewajiban, apa?
    Jujur saja, tidak seperti Mbak, di wordpress ini saya cuma dikunjungi sedikit tamu. Terus saya sudah ditinggalkan dua tiga sahabat pemula. Mengunjungi blog mereka saya merasa sedih saja, dah lama blognya dibiarkan merana. Ke mana ya mereka?
    Ah, jadi kepanjangan bicaranya. Saya sudahi saja. Tak lupa terima kasih sudah datang yang kedua kali ke lapak saya.
    Salam – Rahman Wahyu.

    Balas

  6. Ralat, bukan tanggal 31 Agustus, yang benar tanggal 31 Juli. Jadi record terisi setiap bulan tercapai walau cuma semata doang.🙂

    Balas

    • Alhamdulillah kalau mas bisa membuka atas apa yang disarankan. Saya juga pernah mengalami hal yang sama seperti ini dan sahabat saya memaklumikan ke saya akan di mana masalah itu timbul. Karena itu saya ingat dan kebetulan mas pula mengalaminya.😀

      Salut ya, kalau masih tetap terus menulis walau hanya satu postingan sebulan. sekurangnya hasil minda kita bisa dibaca dan sering2lah mampir ke blog jika punya waktu terluang agar silaturahmi tetap terjaga baik.

      Selamat berpuasa.😀

      Balas

  7. Trima kasih sekali lagi .
    Atas budi informasinyanya blog saya kembali marak dengan pengunjung.
    Benarnya saya menulis lebih dari satu, cuma saya lebih sering postingnya di tempat lain. Terlebih pake bahasa gaul dan jauh dari bahasa Indonesia yang baik.
    Siapa tahu bisa lebih sering nulisnya di sini ke depan. Semoga.
    Salam dan selamat berpuasa.pula.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: