RW 51. “Wahai Hasrat ‘Ntuk Menulis, Datanglah Mendekat !”



. . . Pebruari sudah tanggal 24. Tinggal empat hari tenggat waktu di bulan yang cuma 28 hari ini saya harus mengejar setoran postingan. Resah kayak mau jatuh tempo tunggakan saja. Padahal seumur-umur belum pernah rasakan minjam alias kredit di bank. Ah, lagi-lagi saya menulis ini sekedar gugur setoran apa, hahaha. Apa enaknya, ya?
. . . Tunggu dulu, apa karena tidak punya ide atau konsep yang mau ditulis? Rasanya tidak. Bahkan sangat banyak. Apa karena tidak suka atau kurang mood, atau jangan karena tidak punya waktu? Ini juga rasanya bukan alasan. Sekarang, atau sudah seminggu ini saya jadi blingsatan alias semangat menulis komentar di beberapa blog teman baru. Ada satu dua sudah menjadi teman akrab, suka berbalas pantun alias diskusi berkepanjangan.

. . . Ah, jadilah! Sepertinya sebuah tulisan kayaknya mau hadir. Saya hanya seperti lagi mengarsir(meminimalisir) setiap alasan kenapa tidak jadi-jadi saja menulis diblog perdana ini. Hampir tidak ada lagi yang jadi alasan.
. . . Lalu kenapa tidak menulis saja?!!
. . . Weiit, sabar dulu! Ini juga sedang menulis, bukan? Cobalah lebih obyektif menilai diri ini.
. . . Ada apa lagi? Sampai kenapa menulis tidak suka muncul sejauh ini? Soal sepi pengunjung? Ini juga sudah ada titik cerah. Asalkan tulisannya enak dibaca, juga pergi sana sini memberikan komentar di lapak punya orang, siapa saja yang dirasakan cocok; nanti blog ini pada saatnya bakal menuai kunjungan serta respon balik.
. . . Soal struktur kalimat penulisan? Rasanya ini yang jadi beken macet.
Sebuah konsep sudah ada, bahkan sekian ide menghambur dan menghablur begitu saja, terus buat sketsa point-point yang terlintas di kepala. Hanya karena giliran menyusun sedemikian rupawan, juga urusan lain menuntut perhatian, akhirnya sebuah tulisan terbengkalai, layu sebelum mekar.
. . . Tapi rasanya alasan barusan tersebut mau terpecahkan. Kiatnya baru saja saya temukan. Pokoknya tulis saja apa yang terlintas di kepala, tuntaskan saja sampai pada satu, dua, tiga pokok pikiran, lalu posting. Nggak usah pake lama. Seperti sekarang ini.
. . . Aha, eureka! Sebuah postingan sudah jadi. Syukurlah !
By: Rahman Wahyu
NB: Apa mungkin tidak mood menulis diblog perdana ini hanya karena pernah kehilangan dua tiga sahabat perdana? Mungkin juga. Saya punya mereka di awal kehadiran di dunia blogging ini. Mereka juga sudah tidak aktif dengan blog kesayangannya. Dan itu membuat saya kehilangan bin kesepian, dan berlalu dari sini pergi ngeblog social ke tempat lain. Baiknya saya coba dulu berkunjung ke lapak mereka, siapa tahu mereka sudah nongkrong. Paling tidak tinggalkan sapaan di situ, bahwa saya mulai suka menulis dan semarak. Semoga bersemi kembali.

12 responses to this post.

  1. Posted by ravenshka on Februari 24, 2011 at 1:09 am

    Semangat pak…🙂

    Balas

  2. zemangat apa, kalau yang datang perdana ini tidak mau sertakan alamat linknya. Terima kasih datang sepagi ini.
    Salam kenal.

    Balas

    • Posted by ravenshka on Februari 24, 2011 at 5:40 am

      Salam kenal juga…
      hehehe…tadi pagi2 sempat nyangkut di daftar tulisan2 terbaru wordpress.
      Saya juga ingin sekali bisa semangat terus dalam menulis pak🙂

      -http://ravenshka.wordpress.com

      Balas

  3. Ayo menulis, biar saya ikut membaca dan berkomentar di situ.
    Yang saya kurang mengerti kenapa tidak bisa mengklik namanya langsung sebagai link.
    Saya juga baru tahu kalau tulisan kita bisa nyangkut di tampilan wordpress. Apakah setiap tulisan terbaru muncul di situ?

    Balas

    • ya.Setiap tulisan terbaru selalu kelihatan di dashboard kita.
      Kenapa nama saya tidak sebagai link ? karena saat itu status saya adalah login di wordpress, jadi tak perlu mengisi nama,email,dan situs web. Otomatis wordpress men-detect saya sebagai ravenshka, karena saya mensetting cookies untuk selalu menyimpan password wp-admin sampai komputer dimatikan.🙂

      Balas

      • Trims atas penjelasannya. Tapi sedikit agak nyelimet. Bukankah justru sudah login otomatis nama kita bisa diklik sebagai link menuju TKP(blog)? .
        Atau yang dimaksud karena belum sampai dilogin, atau tidak menyertakan alamat website dalam isian makanya nama ravenshka di atas tidak bisa diklik sebagai link. Nanti nama Reni tuh baru bisa.
        Salam !

        Balas

  4. Assalaamu’alaikum saudara RahmanWahyu…

    Menulis adalah aktiviti yang bisa menghadirkan kegembiraan kepada kita. Walau mulanya sukar untuk menulis kerana banyak alasan seperti tidak tahu apa yang hendak ditulis atau banyak sangat hal yang mahu dituangkan.

    Hehehe… kok banyak ide jadi tidak tahu. Alasan segala. Yang benarnya mungkin malas menulis. Kita selalu punya helah bela diri dalam usaha tidak mahu melakukan sesuatu.

    Silakan mas, menulis dengan santai. Kelihatannya mas sendiri sadar, dalam keluhan mahu manulis apa yang hendak ditulis, ternyata sudah membangun sebuah tulisan yang baik dan boleh dibanggakan. Menulis memerlukan perlatihan dan keinginan yang kuat di samping otak mencerna segala bahan sumber yang tersimpan di galeri otak.

    Ibaratkan menulis seperti membaca. Selamat menulis dan terus menulis sehingga terhasil sebuah tulisan yang bisa dibaca oleh khalayak.

    Salam mesra dari sarikei, Sarawak.

    Balas

    • Terima kasih atas semua perhatian Mbak Siti dengan segala kebaikan yang bisa terjadi pada diri saya.
      Saya masih merasa perlu terus berusaha agar bisa menulis lebih baik. Dan itu sebagian terdorong oleh semua respon yang datang dari sahabat-sahabat baru saya. Olehnya saya mengganggap perlu menyampaikan banyak terima kasih.
      Saya selalu berusaha memahami diri saya sebaik atau seburuk apa yang sudah, tengah, dan apa yang akan saya lakoni. Selalu ada rasa ingin belajar dari koreksi dan penilaian orang lain. Tidak harus pujian, kritikan terhadap yang kurang dari saya selalu coba dengan legowo saya terima.
      Ke depan, semoga sikap ini bisa lebih baik dan konsisten saya tunjukkan. Bukan sekedar janji, tidak cuma bicara.
      Tapi kalau belum juga satunya kata dan perbuatan, saya hanya akan terus berusaha. Silakan yang lain lebih dulu dari saya.
      Salam konsistensi
      RW

      Balas

  5. Sekarang tampilan tajuknya juga sudah lain ya mas Rahman.
    Koleksi tulisan mas juga kelihatannya lebih banyak dari saya. Dengan memberi nombor pada tajuk tulisan, akan memudahkan kita mengetahui jumlah tulisan yang telah kita terbitkan. begtulah cara saya dalam menomborkan tajuk tulisan saya.

    Teruskan menulis untuk berbagi. Salut untuk semua tulisannya.😀

    Balas

    • Cara memberikan nomor memang sudah dari sebelumnya saya gunakan. Hanya tidak lagi konsisten ketika menulis tinggal semacam kejar setoran.
      Ini juga terinspirasi dari postingan yang bernomor pada lapak Mbak Siti. Saya tergugah untuk melanjutkan cara itu kembali. Biar lebih semangat melihat kemajuan tulisan kita secara kwantitas.
      Entah dengan kwalitasnya.
      Terima kasih atas suportnya.

      Balas

  6. Hallo Pak Rahman, saya datang bukan untuk berdebat lho, sekedar mampir dulu. Mungkin lain kali kita bisa berdiskusi lagi, hehe. maaf ya Pak, bila ada kata-kata saya dalam berdiskusi kurang berkenan. Tapi saya suka Pak, yang jelas saya bisa menambah wawasan. wacana,pengetahuan baru, dan juga sahabat tentu saja. salam dari kota batik Pekalongan.

    Balas

  7. Hallo juga Pak Teguh. Senang mendapat kunjungannya.
    Ah, siapa yang mau ngajak bapak berantem, hahaha maksudnya berdebat. Rasanya sedari awal kita hanya sedang bertukar pendapat, hanya kalau ada sudut pandang kita beda, yah beda saja. Yang penting tidak bermaksud untuk berbeda.
    Tak ada yang perlu dimaafkan, karena saya juga sering berbuat khilaf dalam kata dan wicara. Jadi ya seri.
    Sama-sama. Kita bisa saling mengambil manfaat dari diskusi hangat yang terjadi.
    Salam hangat juga dari saya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: