RW 50. “SAYA TETAP ADA DI BULAN INI”


Wah, mau habis bulan ini, hampir terlewatkan tanpa satu postinganpun. Ah, saya harus berhai-hai sebentar untuk menyatakan bahwa saya tetap cinta dan masih kerap singgah menengok blog perdana kecintaan ini.
Itu dulu, semoga ke depan saya temukan kecintaan saya yang lebih baik untuk menunggui blog ini. Tentunya dengan tulisan-tulisan yang mampu menyemarakkannya kembali.
Amin

10 responses to this post.

  1. lagi-lagi posting sapaan ya bang? yah, semoga cepat kembali menemukan momentum untuk menulis lagi ya, seperti saya yang sekarang kejar setoran lagi. tapi di blog yg baru.

    mampir ya bang…

    salam blogger.

    Balas

    • Biar cuma sapa, yang penting sebuah postingan sudah mendarat di bulan ini. Bukankah begitu kawan?
      Selamat menapakkan eksistensi di dunia blog. Semoga dapatkan harapannya, saya baru dari blog baruya.
      Salam !

      Balas

  2. Assalaamu’alaikum mas Rahman Wahyu…

    Alhamdulillah, berusaha juga BW untuk menjejak blog teman2 yang lama tidak dikunjungi di awal penghujung pekan ini. Salam kenal dari saya. Terima kasih atas kunjungan dan komentar berbobot yang dititipkan di sana. senang membaca buah fikir yang baik dan bersemangat.

    Ayuh mas, menulis itu kan mudah lho. Jangan dipayahkan. tulis apa sahaja yang difikir mudah dan menyenangkan. setelah membaca beberapa tulisan mas, saya kagum kerana tulisannya banyak yang mencerahkan dan ide2nya hebat sekali. Salut ya sudah berbagi.

    Gunakan blog perdana ini dengan sebaiknya untuk berbagi rasa dan perkongsian bijak agar peradaban manusia saling dibina walau hanya dengan satu ayat.

    Salam mesra dari sarikei, Sarawak, Malaysia.😀

    Balas

  3. Terima kasih telah sudi berbalas kunjungan dan mau jadikan saya sebagai sahabat berbagi.
    Semoga ajakan Mbak Siti menggugah kembali semangat saya untuk menulis di lapak ini.
    Senang dan tersanjung saya karena dinilai ada yang bisa diambil manfaatnya dengan apa yang saya tulis dan singgahan komentar di ruang Mbak.
    Semoga ke depan kita bisa memberikan yang terbaik dalam persahabatan ini.
    Salam berbagi kecerahan.
    Gorontalo, Indonesia.

    Balas

  4. kalau aku tatap cinta mas dengan blog ku tapi masalah koneksi internet ini saja yang jadi kendala bagiku😥

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Balas

  5. Koneksinya pakai apa, ya? Kalau saya pake modem flexy. Lumayan buat silang saling komentar antar pebloger.
    Makasih ya telah mampir?
    Salam !

    Balas

  6. Saya sendiri juga berusaha agar posting tetap dapat saya lakukan.

    Balas

  7. Hai juga…,

    dah lama g posting nih..,

    n.nv

    Balas

  8. Assalaamu’alaikum saudara Rahman Wahyu…

    Alhamdulillah, senang kembali menyapa di sini. Hanya ingin memaklumi saya sudah ke blog kang Guru Mas Teguh dan sudah membaca habis semua bahasan yang kalian berdua bincangkan. Sungguh saya menyukai perdebatan demikian kerana membuka ruang untuk menjana idea yang bermanfaat.

    walau bukan mencari solusi kerana tidak semuanya dapat diatasi dalam sekelip mata, sekurang2nya perbincangan ilmiah sedemikian bisa mengikis segala karat2 di otak.

    Kehebatan manusia harus diuji dengan memberi cabaran pada hati, otak dan jiwanya. kerana itulah Allah menyuruh kita membaca al-Quran dan memerhatikan setiap inti kandungannya. Apa yang banyak Allah tuliskan di dalamnya adalah “persoalan”.

    Maka Allah berkehendak manusia untuk selalu menyoal dan menggunakan akal fikiran bagi mencari penyelesaian kepada persoalan tersebut. Akhirnya akan jumpa jawaban setelam lama meneliti, menaakul, memerhati dan seumpamanya.

    Ok mas, sekian dulu ya. sedang dikantor nih.😀 sedang rehat sebentar, lalu coba berusaha memenuhi undangan mas Rahman ke blognya mas Teguh. Ternyata kedua-dua sahabat guru saya ini hebat dalam berbahas. Saya salut lho sampai terkagum2.

    Senang dapat membaca kepintaran gaya berfikir kalian berdua. saya sendiri tidak mampu sampai ke tahap perbahasan demikian. Kalau sekedar pemerhati, saya senang. masih belajar memahami bahasa Indonesia. Mudahan bicara Melayu saya bisa mas fahami.

    Salam mesra selalu dari Sarikei, Sarawak.

    Balas

    • Terima kasih telah memenuhi permintaan saya.
      Saya merasa tersanjung telah dinilai dengan banyak puji kebaikan yang tulus dari bunda guru.
      Saya jadi merasa ini perlu saya pertanggungjawabkan dalam setiap langkah ke depan, satunya kata dan perbuatan. Padahal saya masih jauh dari tahap itu. Kadang sebuah konsep dan gagasan yang baik tidak perlu menunggu atau mensyaratkan kita bisa melakoninya baru hal itu bisa kita cetuskan. Siapa tahu orang lain yang bisa mengamalkan atau diselamatkan dengan gagasan dan informasi dari pikiran kita.
      Saya umpamakan kalau dari sebuah jalan saya sampai terpatuk ular, saya perlu menginformasikan ke setiap orang yang mau lewat jalan itu ada bahaya yang mengancam, tanpa mensyaratkan saya tahu dulu jalan mana yang lain yang aman, atau tahu dulu bagaimana caranya mengatasi ular itu, atau mempermalukan diri sendiri: mau menasehati orang lain, diri sendiri sempat kena patuk.
      Soal bahasa saya inginkan kita bisa saling menterjemahkan setiap istilah yang tidak dipahami oleh yang lain. Saya tidak malu untuk bertanya apa saja yang saya tidak mengerti, walau pun itu sangat sepele. Kalau bunda guru berkenan saya mulai, begitu juga sebaliknya; tanyakan yang bunda tidak mengerti.
      * BW itu apa ya?
      * Menaakul?
      Itu dulu.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: