RW 33. Persepsi * 4 : TIDAK LULUS UN? TENANG! ADA UJIAN ULANGAN


Di Kotaku, dari sebagai pelaku kecurangan yang mencolok dalam ujian nasional tahun lalu, kali ini coba menerapkan UN yang bersih, murni, jujur dengan pengawasan yang superketat. Hasilnya bisa ditebak. Sangat banyak yang….tidak lulus?
Bukan! Istilahnya direvisi: ‘mengulang’, untukmembedakan dari mereka yang ‘tidak mengulang’ (lulus).
Sebelum hari H pengumuman itu aku sempat berseloroh kepada seorang pembeli di kios kecilku, yang juga peserta UN:
“Aku suka dalam ujian nasional kali ini banyak yang tidak lulus”. Orang itu mengernyitkan dahi tidak mengerti.

“Uf sorry, he he bukan mendoakan kamu tidak lulus. Silakan kamu lulus, yang lain mudah-mudahan banyak yang tidak lulus”.
Sesaat setelah pengumuman UN, malamnya; Ichal, anakku tidak sadar memberikan aplaus kepada seseorang:
“Selamat! Lulus, ya?” sambil mengulurkan tangan menjabat.
“Jangan bakusedu(bercanda), ah!”
“Tidak lulus?? Masak?” Ichal ingin memastikan. Dan benar-benar memang tidak lulus.
Orang itu ternyata…..:
“Kamu yang pernah saya bilang: mudah-mudahan banyak yang….?” tanpa diminta aku nimbrung dalam pembicaraan mereka.
Dia mengiyakan.
Banyak yang tidak lulus jelas bukan karena suara berharapku. Lulus ya lulus, tidak lulus banyak, ya karena banyak hal yang membuat ketidaklulusan itu meningkat. Bukan karena ‘doa’ canda seorang pemrakiraaan sepertiku.
Tahun lalu saja dengan cara yang tidak fair banyak yang tidak lulus, apalagi tahun ini dengan mencoba jujur. Berarti sebenarnya jujur kita memberitahukan kepada khalayak pemrihatin pendidikan bahwa sebenarnya yang tidak lulus tahun lalu itu lebih banyak.
Tapi ngomong-ngomong, bukankah ada ujian ulangan. Si Ichal juga pernah tidak lulus dalam ujian nasional SMP. Anaknya sih termasuk murid berperingkat di sekolah. Tapi itu tidak masuk dalam hitungan pertimbangan UN yang menentukan nasib kelulusan seorang siswa.Dan di ujian ulangan dia ‘sudah pasti’ lulus, tapi tidak bisa memastikan setelah itu mendapatkan jurusan yang disukainya(komputer) di kelas sekolah kejuruan yang dimasukinya. Kesempatan itu diprioritaskan bagi mereka yang lulus UN murni (pertama).
Tahun ini banyak yang tidak lulus di kotaku. Tapi….sssttt, ngomong-ngomong kan ada ujian ulangan.
Capeek deh!
By : Rahman Wahyu
Tanggal 30 April – 2010

3 responses to this post.

  1. Posted by Anonim on Mei 3, 2010 at 3:15 pm

    bagus juga….!!! ada ujian ulangan

    Balas

  2. Posted by rahmat abd r on Mei 3, 2010 at 3:18 pm

    tetap di mana2, pasti ada kecurangan……

    Balas

  3. Tidak lulus UN? Semoga UN nya dihapuskan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: