17-Humor * 8 (Ria Film)


Judul
Butuh Penggemar
Konsekwen
Pada Saatnya

BUTUH PENGGEMAR
Wartawan : Setelah sukses besar dengan filem yang baru anda sutradarai, apa lagi yang Anda harapkan dari dunia filem?
Sutradara : Saya ingin kebanjiran surat penggemar!
Wartawan : Kacian deh lu (dalam hati)

KONSEKWEN
Panas ditampar oleh lawan mainnya, aktor itu merasa penasaran:
Aktor : Kau tidak sedang menampar sungguhan, bukan?
Aktris : Kenapa tidak? Pada adegan ciuman kau sungguh-sungguh melakukannya, bukan?

PADA SAATNYA
Wartawan : Kapan Anda bosan main filem?
Aktor : Pada saatnya!
Wartawan : Kapan itu?
Aktor : Pada saat saya tidak dibutuhkan lagi
By : Rahman Wahyu
(Pernah dikirim ke Majalah Ria Film/ tapi tidak tahu kalau dimuat)

One response to this post.

  1. Posted by hendra on April 5, 2010 at 5:21 am

    Akhirnya blognya aktraktif juga nie….hehehehe
    Humor yg membangun suasana hati…
    Antara berbagai kebutuhan di atas??
    Konsekuen, tiba saatnya, dan implikasi atas sebuah sesuatu menjadi fenomena intrinsik dlm membentuk manusia. Saat dibutuhkan, ada konsistensi sekaligus konsekuensi logis yg diterima. Saat tidak, masih banyak dimensi sosial yg luas yg bisa dipelajari dan diambil manfaatnya…..
    nice post….
    (maaf kmrn saya blm blz komentar Mz di blog saya tp td sudah saya blz)
    Salam blogger…
    http://blog.beswandjarum.com/hendra

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: