14-Anekdot * 3 : TIDAK DAPAT KEDUDUKAN


TIDAK DAPAT KEDUDUKAN

Peristiwa yang sederhana namun mengandung unsur kelucuan. Seterusnya menjadi anekdot di kota kami waktu itu. Ceritanya berawal dari sebuah bis penumpang yang melaju, dan di suatu tempat di luar kota; dicegat oleh seorang bapak tua. Dia terpaksa berdiri selama perjalanan karena semua tempat duduk telah terpakai. Keadaan yang melelahkan, sementara tempat yang dituju masih jauh; selama itulah bapak tadi bersabar berdiri sambil tangannya menggayut bingkai langit-langit bis.

Tiba di tempat tujuan, bapak tua tersebut turun sambil merogoh kantongnya. Dia meloloskan lembaran uang seribu dan diserahkan pada kenek bis. Melihat sewa bis yang bakal diterimanya hanya sebesar itu, sang kenek minta tambah:
“Pak, sewa bisnya masih kurang. Apalagi harga bbm sekarang sudah naik.”
Bapak penumpang itu rupanya kurang fasih berbahasa Indonesia. Lantas dalam bahasa daerah dia memberikan alasan bahwa uangnya hanya itu, apalagi . . . ,”
Sang kenek jadi bingung. Sebaliknya dia tidak mengerti apa yang dikatakan penumpangnya. Mengetahui bicaranya tidak dimengerti, bapak itu terpaksa coba berbahasa Indonesia dengan kesal:
“Bagaimana saya bayar lebih banyak. Dari kenaikan sampai keturunan saya tidak dapat kedudukan!”
Kontan seluruh penumpang meledak tertawa. Sang kenek hanya bisa menggeleng-geleng kepala, sementara bapak tua tadi ngeloyor pergi.

Diceritakan kembali : Rahman Wahyu
(Ide cerita dari banyolan sana sini)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: