8-ANEH SAJA * 1: MENCARI TAKUT


Aneh bukan, kalau kita mencari sesuatu; padahal berharap tidak ingin, bahkan takut untuk menemukannya. Tidak percaya kalau itu ada? Simak saja cerita berikut ini:
Waktu itu aku lagi buru-buru ke kampus naik motor bokap, dan memarkir saja kenderaan itu di sembarang tempat. Maklum tenggat waktu masuk kuliah sudah mepet. Di tengah jalan tadi ada sedikit insident yang memperlambat tujuanku. Jadinya seperti ini.

Usai kuliah satu dan berikutnya, aku bermaksud ke Perpustakaan Daerah mencari beberapa literatur yang tidak bisa kutemukan di Library kampus.
Aku sedikit linglung mencari motor gara-gara asal memarkirnya tadi. Dan panik ketika tahu motor itu memang tidak ada. Di mana, ya? Apa dicuri?? Tapi tunggu, kuncinya ada di sakuku (sambil meraba saku), karena memang biar buru-buru tadi tidak lupa menariknya dari kontak kunci.
Terus di mana? Motor itu cuma satu-satunya kenderaan bergengsi di rumah(selain itu cuma sepeda) dan punya bokap lagi dipakai mengajar ke sekolah. Aku sih mau maunya tampil gengsi saja. Padahal biasanya ke kuliah naik sepeda. Jadinya takut seperti ini.
Ah tenang, sedikit titik terang menghiburku. Kakakku juga kuliah di kampus ini. Biasanya dia yang banyak kali memakai motor . Jangan-jangan dia yang samperin motor itu, kebetulan dia punya kunci duplikat. Kalau benar dia , berarti aman. Tidak masalah. Cuma tidak prosedural, sih! Pake ambil tidak bilang-bilang.. Saya kan yang bawa motor itu dari rumah. Dia bisa kasih tahu kalau mau ambil, kasih sms kek. (Eh sorry waktu itu belum ada HP, ceritanya sudah silam. Makanya cuma punya sepeda ke kampus waktu itu belum malu-maluin).
Hey, ceritanya terus gimana? Fokus dong! Katanya mencari setan (maaf, maksudnya takut). O ya ngelantur. Dari terhibur dengan kemungkinan tadi, aku terkesiap. Itu kan kalau benar dia yang membawa motor itu. Kalau bukan dia, tapi orang lain?
Aku melayangkan pandanganku ke seantero penjuru kampus. Di mana sang kakak? Aku ke sana kemari mencari batang hidungnya, sudah tentu dengan DM motornya. Maksudnya motor itu harus ada bersama dia. Dengan perasaan galau bercampur was-was aku terus mencari dia; dari satu ruang ke ruang kuliah lain.
Sampai di sebuah ruang kuliah yang kosong, di situ aku jadi tertegun. Apa yang kucari sebenarnya? Kalau kakakku kutemukan di satu ruang kuliah, itu artinya…? Bukankah motor itu tidak ada bersama dia; memang apa dipakai menemani dia di ruang kuliah? Berarti dia harus keluar dari kampus bersama motor itu.
Lantas apa ysng kucari-cari sedari tadi. Waduuh, bayangkan kalau aku menemukan dia, pasti aku seperti melihat setan. Karena begitu melihat dan mendapati dia ada di kampus, berarti motor itu orang lain yang ambil, curi maksudnya. Baru kalau tidak kucari, mana usahanya. Masak cuma diam saja.
Menyadari kenyataan itu aku tersandar lemas di bangku taman. Tidak berusaha mencari lagi. Qua sera sera: apa yang akan terjadi, terjadilah!
Singkat cerita : besoknya aku ke kampus dengan santai dan pede naik sepeda. Kakakku baru saja tadi lewat diboncengin temannya pake motor. Dan ayahku(bokap) …., sedang naik motor pagi itu menunaikan tugasnya mengajar di sebuah sekolah SMA.
Pembaca pasti sudah mengerti ending dari cerita tadi, bukan?
By: Rahman Wahyu
(Kisah nyata/memori semasa kuliah)

2 responses to this post.

  1. mmm…ceritanya bagus..tapi agak sdikit ngelantur n mlompat2. Pastikan bahwa pembaca sedapat mungkin bisa mengambil kesimpulan yg pasti andai jika mau ending cerita spt di ats. tpi lmyan bgs kog bwt pemula.. aq sih bukan penulis, namun dengan membaca tulisan ini _lyaknya sbag pembaca pd umumnya_, aq pun tak bsa mngambil kesimpulan akhir cerita tsb. Jadi bingung apa mksud pnulis… hehehe…tlng jgn di ambil hati…maklum bgtulah aneka tabiat pmbaca. ska kritik, pdahal untuk melahirkan karya sesederhana ini saja, tdk bsa..

    Balas

    • Trims atas kritiknya, n mau sowan keblog sederhana ini. Barusan saya juga ke blognya U – Nus. Gorontalo, ya? Sama, semoga bisa akrab!
      Saya sepertinya masih harus belajar banyak, karena lama tidak menggeluti hobby ini. Mulai start lagi ketika coba kenal dunia blog dengan segala pernak-perniknya. Jadi masih banyak bolong-bolongnya n ngelantur.
      Tolong dikritisi terus, ya?
      Soal endingnya (kesimpulan) , saya pikir pembaca bisa ngerti dengan epilog tebakan kayak gitu(singkat cerita); kalau motor itu ternyata ada di kakak saya. Gitu saja!
      Ok salam blogger. (Rahman Wahyu Gtlo).-

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: