Arsip untuk ‘Renungan’ Kategori
18 Mei
Pengen Coba Terus Mengupload Video Di Sini
Dengar dan nonton video lagu nostalgia ini jadi terkenang mendiang Bunda, lagu kesukaannya.
18 Mei
RW 76). Dalam Sistem Pendidikan Seumur Hidup Yang Sudah Kadung Buruknya, Tindakan Ibu Yang Kejam Ini Memang Ada, Nih Videonya; Nggak Percaya?
Aduh, ada tindakan kekerasan seorang ibu terhadap anaknya seperti ini ya? Karena ini memang fakta, kita percaya saya kenyataan telah menyuguhkan ini ke hadapan nurani ketidaktegaan kita yang berselimutkan sikap menyalahkan, bahkan mengutuk. Cuma dan hanya sampai di situ? Kalau kebanyakan orang sampai mengutuk, menyalahkan, saya malah melampaui itu; melihat ada yang salah sekaligus tidak [...]
29 Apr
RW 75). Bahkan Ketika sudah Lupa Daratan, Kita Masih bisa Berteriak: “Tolonngg!! Ada yang Karam Di Lautan!!!”
(Lanjutan Dari Tulisan Sebelumnya) . . Hidup kadang tidak mensyaratkan banyak hal kalau hanya ingin menyelamatkan hidup orang lain. Taruhlah itu sekedar teriakan: “toloonnggg, tolonnggg!!!” . . Seperti ketika kita salah, kita berharap ada kebenaran orang lain yang mampir memperbaikinya. Bahkan dalam keadaan mereka salah, kita masih bisa berharap mereka dengan ’salah’nya bersedia mencegah kita [...]
28 Apr
RW 74). Kita Tidak Harus Tahu Dulu Solusi Dari Suatu Masalah Hanya untuk Memberitahukan Bahwa Sesuatu Itu Bermasalah
Dalam banyak hal kita kerap diwanti-wanti jangan cuma tahu mengeritik tapi tidak bisa menyertakan solusi. Itu sama dengan cari-cari masalah. Pada satu ketika saya tercenung dan mencermati benar makna dan konsekwensi dari petuah tersebut. Apakah setiap orang yang mau menunjukkan suatu masalah, bisa dan harus tahu juga solusinya? Tanpa itu? Tanpa bisa memberikan solusi, apakah [...]
22 Mar
RW 57. PADA SUATU KETIKA HARUS BERPISAH
(Sesaat Mengheningkan Kenangan Kepergian Bunda) . . Untuk yang kedua kali kami harus ikhlas menerima kehilangan. Sepuluh tahun lalu Papa, kini Bunda pergi untuk selamanya. . . Sebelum benar-benar pergi, mungkin tak percaya akan ada yang hilang, berlalu, dan takkan kembali dari hidup kami. Kalau sakit menunggu sembuh, pesiar dan kelak pulang, tinggalkan ‘ntuk kembali [...]









KOMENTAR