. . Bangsa ini seperti tak putus dirundung malang. Kisruh persoalannya hampir tak pernah usai ditelan masa. Banyak sudah wacana dan konsep dilontarkan, dalam penerapannya seperti tak menemukan tempatnya berpijak. Selaksa doa dan harapan sudah pula kerap dipanjatkan, juga seperti tak makbul diluluskanNya.
. . Apa yang salah dengan bangsa ini? Masih kurangkah keperdulian dan kerja keras kita selama ini? Rasanya semua sudah kita kerahkan, tak sedikit yang sudah kita korbankan.
. . Tapi kalau semua itu belum membuahkan hasil bukankah itu pertanda ada yang masih kurang kita genapkan. Boleh jadi ada yang sama sekali kita tidak sertakan.
. . Membicarakan mereka yang salah seolah kayak lakum dinukum satu setengah saja. Bagi yang sudah terlanjur salah disana, salahlah kalian. Sedang bagi kami yang belum salah disini, benarlah kami adanya. Bagimu salahmu, bagi kami semua yang benar.
. . Mereka orang yang salah pada waktu(situasi, baca: sistem) yang salah. Indikasinya bisa kita lihat seperti ini. Kalau hanya ada dua tiga orang yang salah dari seratus orang yang ada dalam sebuah sistem macam apa, kita cukup signifikan menyayangkan ada kejujuran yang hilang dari dua tiga orang yang salah tadi. ketika setelah ada di sana mereka berubah dari sebelumnya sebagai orang yang kita kenal baik.
. . Faktanya apa, coba kita lihat dengan mata telanjang. Yang salah dan menyimpang di sana bukan lagi dua tiga orang, bahkan tidak cuma dua tiga puluh orang. Ada lebih dari lima puluh orang yang salah, yang sebagian besar belum ketahuan boroknya. Sisanya orang yang belum diposisikan melakukan kesalahan tapi dengan diamnya berfungsi membiarkan.
. . Kita bahkan bisa mengatakan dari seratus orang yang potensial menjadi salah dalam sistem yang salah, yang bisa terjadi akan ada dua tiga ratusan orang (akan) menjadi buruk dalam sistem yang buruk di sana.
. . Kenapa sedemikian hiperbolis?
. . Coba bayangkan, yang ada di dalam sana cuma ada seratus orang, di luar sini ada dua tiga kali, jadi berapa? Yah ada tigaratus orang bermimpi jadi orang yang berharap terpilih menjadi buruk di sana.








