RW 66: Sistem Moral Dan Kesadaran Dalam Evaluasi Belajar Siswa

. . Saya begitu acak memaknai sistem secara definitif. Tapi untuk sementara itu tak jadi masalah karena saya ingin menggambarkan apa yang saya maksud pada akhirnya.

. . Sistem moral dan kesadaran diperlukan untuk menunjang berjalannya evaluasi belajar siswa secara jujur. Kita tidak cuma butuh perangkat berupa mekanisme aturan, sifatnya yang transparan dan akuntabel, materi dan jenis soal seperti apa, pengawasan yang jujur, apa lagi? Yang juga tak kalah pentingnya bagaimana kita membuat kesadaran yang tersistem, dan itu merupakan bagian dari sistem ujian belajar siswa.

. . Begini, setelah kita menempatkan ujian sebagai evaluasi yang komprehensif terhadap kemajuan belajar siswa, pada akhirnya nilai ujian merupakan vonis sementara yang menampakkan status kemampuan siswa pada satu saat. Seharusnya nilai tersebut tidak jadi harga mati, artinya dengan nilai itu guru atau pengambil kebijakan sekolah menjadi dasar untuk merencanakan tindakan belajar berikutnya yang lebih baik lagi. Bila diperlukan, terhadap siswa tertentu yang prestasi belajarnya bermasalah diberikan terapi belajar remedial atau apa saja, di samping Bimbingan dan Konseling mendiagnosa kesulitan belajarnya dari faktor non akademik.

. . Nah, sekarang bicara sistem moral dan kesadaran dalam evaluasi. Mestinya ketika ujian dimaknai sebagai usaha sadar untuk mengetahui tingkat kemajuan dan terapi belajar siswa , maka antara siswa dan guru serta pihak yang terkait (BK, pembuat soal, penentu ragam dan materi belajar, dll) bersinergi dalam kesadaran menjadikan ujian sebagai sarana bantu yang diperlukan bersama. Artinya ujian tidak lagi dilihat sebagai momok dan orientasi belajar siswa. Dia hanya sebagai jarum penunjuk yang dengan sukarela diinformasikan oleh siswa: seperti apa dan sejauhmana tingkat kemajuan/kegagalan belajarnya.

. . Ada kesadaran tersistem berupa saling percaya antara guru dan siswa Guru percaya muridnya mau menginformasikan status kemajuan belajarnya, sementara sang murid bersedia menjadikan ujian sebagai sarana informasi bagi gurunya seperti apa belajar yang telah dijalaninya sekian waktu. Dengan jujur. Jadi tidak menyontek. Karena mereka berpikir jangan sampai terjadi kesalahan data dan pengambilan keputusan.

. . Berpikir dengan kesadaran seperti itu; ulangan, smesteran, dan ujian bisa dijalankan sebagai evaluasi yang kontinyu dan hanya bagus dibutuhkan oleh guru dan tidak sampai mengganggu esensi belajar siswa. Substansi dari belajar itu sendiri yang perlu terus dievaluasi. Jadi bukan cuma semata mengukur kemampuan siswa dan memaksa mereka belajar karena ujian. Banyak faktor yang menjadikan belajar tidak menjadi kecintaan siswa menggelutinya, malah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Antara lain yang urgen yakni materi belajar yang tidak relevan dan tidak bisa dirasakan keberadaannya seperti apa di dunia keseharian anak di luar sekolah. Belum lagi tidak merasakan manfaat langsung seperti apa itu kelak terpakai dan diaplikasikan.

2 tanggapan untuk posting ini.

  1. ikut menyimak dalam renungan yang bermakna ini
    makasih banyak ya….

    Balas

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas RahmanWahyu yang dihormati…

    Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Saya sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.

    Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan saya lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.

    Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan saya dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.

    Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari saya Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.