Arsip untuk Maret, 2011

JANGAN MEMAKSA KERETA ITU BERHENTI HANYA UNTUK MENUNGGU ADA ANAK KITA YANG TERLAMBAT

. . Saya sering prihatin kala menyikapi ada cara yang berbeda dalam mendidik anak soal kemandirian. Sesungguhnya suatu kesempatan besar bagi kita membentuk mereka selagi masih tergantung pada peran kita sebagai orang tuanya. Kita perlu mengurai simpul ketergantungan itu dan melepasnya pelan-pelan: “Pergilah nak, pergi ke alam bebas!” Jadi ingat selarik bait sajak itu, oleh [...]

Continue reading »

59). Ternyata Bumi Cuma Selebar Daun Kelor

Ini cuma kiasan ketika keprihatinan melanda kita kala menyimak situasi yang terjadi di belahan bumi lain. Libya yang sedang bergolak, tsunami yang terjadi di Jepang, bahaya radiasi nuklir yang tak tercegahkan, antara lain itu semua membuat kita khawatir, mengganggu kenyamanan hidup kita yang ada jauh di sini. Semuanya terasa dekat tidak saja karena bias dan [...]

Continue reading »

RW 58. Blog Ini Untuk Sementara Dikapling, Lahannya Mau Saya Bajak Dulu.

Hahaha, ada apa dengan saya, lapak sendiri mau dibajak. Dibajak boleh diartikan mau digemburkan untuk dipakai bercocok tanam, boleh juga maknanya disandera, untuk keperluan sendiri. Terus apa tidak mau menerima tamu yang datang? Silahkan, tak ada yang larang. Lagian tamu yang mau datang cuma satu dua, sayang dah campur nyesal kalau ditolak. Perkenankan saya mau [...]

Continue reading »

RW 57. PADA SUATU KETIKA HARUS BERPISAH

(Sesaat Mengheningkan Kenangan Kepergian Bunda) . . Untuk yang kedua kali kami harus ikhlas menerima kehilangan. Sepuluh tahun lalu Papa, kini Bunda pergi untuk selamanya. . . Sebelum benar-benar pergi, mungkin tak percaya akan ada yang hilang, berlalu, dan takkan kembali dari hidup kami. Kalau sakit menunggu sembuh, pesiar dan kelak pulang, tinggalkan ‘ntuk kembali [...]

Continue reading »

RW 56. Ketika Kita Berbuat Baik Hanya Melakoni Secuil Dari Sifat-SifatNya.

. . Tadi malam saya hadir di Majelis Taqlim. . . Di situ oleh penceramah diuraikan tentang haji mabrur. Lalu fokus pada apa itu mabrur? Dari asal kata apa, saya lupa disebutkan, ingat artinya saja yakni kebaikan yang hakiki. Intinya kita harus yakin kebaikan itu datangnya dari dan karena Allah. . . Tiba pada acara [...]

Continue reading »

RW 55. Tidak Harus Pintar Sendirian

(Kita Perlu Mencerdaskan Sistem) . . . . Kadang aku diminta sikecil Dea bantu mengerjakan PR sekolahnya. Kuajak dia bisa menyelesaikan tugas pelajaran itu dengan benar, mandiri, dan proporsional. . . . . Caranya? . . . . Dengan telaten kuberikan contoh lain dari soal yang didapat, lalu dia harus mengerjakan sendiri soal PRnya. Sebelum [...]

Continue reading »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.